Tenaga Kependidikan FMIPA-USK Ikuti Pelatihan Peningkatan Kualitas Layanan

21-04-22 M. Sayuti 0 comment

Para tenaga kependidikan (Tendik) Fakultas MAtematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti pelatihan terkait peningkatan kualitas layanan. Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari pada Rabu, 20/4, tersebut dibuka oleh Wakil Rektor II USK Dr. Ir. Agussabati, M.Si di Ruang VIP AAC Dayan Dawood.

 

Kegiatan pelatihan ini mengangkat tema “Menuju Produktivitas Kerja Optimal dan Pelayanan Prima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USK”. Adapun pemateri kegiatan ini adalah Kokom Komala, S.Pd., M.Pd yang merupakan Widyaswara Madya/Koordinator Pelatihan Dasar dan PKTBT Pusdiklat Kemdibudristek. Selanjutnya, pelatihan ini dimoderatori oleh Kepala Biro Umum dan Keuangan Maimun, S.T., M.M.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK Prof. Dr. Teuku Mohammad Iqbalsyah, M.Sc mengatakan, sebelumnya, USK telah menunjuk FMIPA sebagai unit kerja yang akan menerapkan Zona Integritas (ZI) pada 9 Juli 2021 lalu.

Pembentukan ZI ini merupakan bentuk komitmen USK untuk memberantas praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Serta upaya untuk mewujudkan USK Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Dekan FMIPA ini mengungkapkan, mewujudkan pelayan prima harus menjadi perhatian kita bersama. Ia mencontohkan bagaimana petugas Bank melayani masyarakat. Mereka melayani dengan sepenuh hati dan merespon kebutuhan publik dengan baik.
“Kesadaran untuk melayani dengan baik inilah yang harus kita bangun, dan terima kasih Pimpinan Universitas ini telah menunjukan FMIPA sebagai role model Zona Integritas di kampus ini,” ucapnya.

Sementara itu Agussabti dalam sambutannya mengatakan, dirinya menyambut baik atas terlaksananya pelatihan seperti ini. Menurutnya, kualitas pelayanan di USK selama ini telah berkembang dengan baik. Namun masih belum katagori prima.
Ia menilai, untuk mengubah sistem pelayanan pada sebuah instansi tidak mudah. Upaya tersebut harus terstruktur dengan baik. Oleh karena itu, Agussabti menilai pelatihan seperti ini haruslah berkelanjutan.

Terkait pelayanan Prima, Agussabti menuturkan, hal tersebut akan mudah terwujud jika sesorang menjadikan kerja sebagi visinya atau masa depannya. Dengan demikian, ia akan totalitas bekerja meskipun tanpa pengawasan oleh atasannya.

“Karena ia memahami, kalau bekerja dengan baik maka kebaikan tersebut akan kembali pada dirinya sendiri. Insya Allah, kinerja yang baik itu akan dinilai oleh atasan sehingga ia mendapatkan promosi jabatan,” ucap Agussabti.