Mahasiswa FMIPA Unsyiah PAKARMARU di Gedung Baru

04-09-19 Al Mudatstsir Za (@yasierza) 0 comment

Sebanyak 597 mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali mengikuti kegiatan Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiwa Baru (Pakarmaru) 2019.

Kegiatan Pakarmaru yang berlangsung mulai tanggai 30-31 Agustus 2019 serta melibatkan ra tusan mahasiswa D3 dan S1 dari 9 Jurusan di FMIPA ini dipusatkan di Gedung Auditorium baru FMIPA Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh untuk pertama kalinya.

Acara ini dihadiri oleh Dekan FMIPA Unsyiah, Dr. Teuku Mohammad Iqbalsyah, M.Sc, Wakil Dekan I (WD I) FMIPA Unsyiah, Dr. Zumaidar, S.Si, M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WD III) FMIPA Unsyiah, Dr. rer. nat Ilham Maulana, S.Si, Alumni FMIPA Unsyiah, Ketua BEM FMIPA Unsyiah, serta seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan di FMIPA Unsyiah.

Berbeda dari tahun sebelumnya, acara yang diselenggarakan tahun ini dimulai dengan pembukaan rapat terbuka oleh Dekan FMIPA dan Anggota Senat FMIPA Unsyiah.

Dekan FMIPA Unsyiah, Dr. Teuku Mohammad Iqbalsyah, M.Sc, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengenalan Unsyiah, khususnya FMIPA.

The investigation centers around the encounters of two female Generation 1.5 Korean-Canadian college students, Yellina and Sheila (aliases). The two ladies were members in a bigger longitudinal numerous contextual analysis with seven Generation 1.5 Korean-Canadian students, a blend of people, who went to Pacific Canadian University (PCU, an alias). PCU is an enormous research-concentrated college situated in Metropolitan Vancouver, a city with an about 40% remote conceived populace. Since 2001, Asians and Middle Easterners include the majority of Vancouver’s settler populace, with Koreans as its fourth biggest non-European foreigner network. When we got morals endorsement from the college, we decided to dig this topic more and write an essay about our research, we enrolled members through Korean student systems and associations at PCU. Stumarks who agreed to partake partook in month to month individual semistructured interviews with the primary creator (see Appendix A for test inquiries questions). Other information included data acquired from a foundation poll, the analyst’s field notes and reflection diary, interviews with first-year English course teachers at PCU, just as students’ close to home writings and different types of individual correspondence, for example, email and Web errand person. Last, Kim held casual individual gatherings with members. The point was to expand the reliability of information and investigation by utilizing various information sources, techniques, and hypothetical focal points, otherwise called triangulation. Meetings occurred on grounds from September 2005 to June 2006 and kept going 50-an hour each, with some extra correspondence during and after the scholarly year had finished with members’ authorization. The members and the questioner, Kim, are bilingual in Korean and English, so meets were led in Korean, English, and a blend of both.

“Kegiatan ini sangat membantu mahasiwa dalam memberikan pemahaman khususnya terkait dengan proses perkuliahan dan pembentukan karakter yang baik bagi mahasiswa baru”, lanjut Dekan.

Rangkaian Pakarmaru tahun ini dilaksanakan bertahap di tingkat universitas, fakultas, dan jurusan. Dimulai di tingkat universitas yang dilaksanakan di halaman Mesjid Jami’ Kopelma, Darussalam, Banda Aceh pada tanggal 29 Agustus 2019. Dan dilaksanakan kembali ditempat yang sama pada tanggal 1 September 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 6400 mahasiswa D3 dan S1 dari 12 fakultas yang berada di Unsyiah.

Kegiatan yang diketuai oleh Muhammad Rizki Akbar ini juga dimeriahkan dengan penampilan atraksi seni dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Seuramo FMIPA Unsyiah.

 

Penulis : Nadia Septi