Founder Binar Academy Edukasi Mahasiswa USK Geluti Startup

28-09-22 Ikhwanul Ikhsan 0 comment

KBRN, Banda Aceh : Founder serta President Director Binar Academy Alamanda Shantika Santoso menyampaikan pengalamannya  saat terjun ke dunia startup, untuk mengedukasi mahasiswa Universitas Syiah Kuala agar termotivasi menggeluti dunia industri kreatif tersebut.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri pada kegiatan Seminar Nasional Statistics Explore 2022 di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Banda Aceh, Senin (26/09/2022).

Untuk diketahui Alamanda merupakan salah satu perancang aplikasi Gojek. Dirinya diminta Nadiem Makarim membuat aplikasi Gojek, yang merupakan aplikasi mobile pertama di Indonesia. Berkat inovasinya, Gojek mampu berkembang pesat. Adapun Binar Academy merupakan startup edukasi yang dirintisnya, yang saat ini startup tersebut telah memiliki 600 ribu user.

Alamanda menjelaskan, sebelum berniat untuk membangun startup, maka penting sekali untuk terlebih dahulu meng-eksplore diri sendiri.  Agar aplikasi yang dibangun tidak sekadar ide tapi memiliki visi yang jelas.

Dirinya mencontohkan bagaimana alasannya mendirikan Binar Academy bukan di Jakarta melainkan di Jogjakarta. Karena dirinya menilai, penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kota-kota Indonesia selain Jakarta. Selain itu, ia mengakui kesenjangan akses informasi yang didapatkan anak-anak Jakarta dengan daerah lainnya.

“Dari situlah timbul cita-cita, harus ada equal opportunity untuk anak-anak Indonesia mendapatkan informasi dan pendidikan,” ucapnya.

Untuk itulah, di Binar Academy fokus pembelajarannya adalah peningkatan digital skill yang merupakan kompetensi penting untuk terjun di dunia startup.

Selanjutnya, Alamanda mengungkapkan pentingnya membangun network. Dirinya mencontohkan saat ia pernah membangun komunitas fashion di forum Kaskus, yang mendorong banyak lahirnya brand lokal. Dari situlah kemudian banyak tawaran pembuatan website datang kepadanya.

Hal penting lainnya untuk dipelajari adalah neurosains yaitu untuk mempelajari kebiasaan manusia. Hal inilah yang mendasarinya saat merancang aplikasi go food, di mana ia menemukan fakta bahwa manusia tidak suka melakukan banyak tahapan untuk mendapatkan sesuatu.

“Jadi kita mempelajari behavior manusia, dan menjawab keinginan-keinginan orang,” ujarnya.

Lalu dirinya menilai visi serta tujuan yang jelas juga sangatlah penting. Misalnya Gojek, yang lahirnya adalah untuk memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.

“Jadi selain ide, kita harus punya strong vision dan strong purpose. Dengan prinsip itulah kita bisa bertahan,” ucapnya.

Sementara itu Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan terima kasih atas kesediaan Alamanda untuk berbagai ilmunya kepada mahasiswa. Termasuk pula lima mahasiswa USK yang berhasil lulus program Micro Credentials di Binar Academy. Karena hal ini sangat sejalan dengan komitmen USK untuk mendorong mahasiswanya terjun ke dunia wirausaha.

“Karena kita ingin mahasiswa USK mampu menciptakan peluang kerja, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi mampu membantu orang lain,” pungkas Rektor.

(sumber : rri.co.id)