FMIPA UNSYIAH GELAR WEBINAR PERAN SAINS HENTIKAN COVID-19

16-07-20 Al Mudatstsir Za (@yasierza) 0 comment

Banda Aceh,  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar seri perdana Webinar yang bertemakan “Peran Besar Sains dalam Menghentikan Pendemi COVID-19” (Senin,13/7) pagi. Kegiatan yang dilaksanakan menggunakan fasilitas Zoom ini dihadiri oleh sekitar 300 orang peserta dari berbagai macam latar belakang keilmuan, serta dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan juga ada yang berasal dari luar negeri. Webinar ini menghadirkan empat orang pakar di bidangnya yang mengupas peluang kontribusi sains dan matematika dalam penyelesaian pandemi Covid-19. Mereka adalah Prof. Dr. Marwan Ramli, S.Si., M. Si., dosen Magister Matematika FMIPA Unsyiah yang juga pakar pemodelan dan aplikasi matematika, dan Dr. Saumi Syahreza, S.Si., M.Si yang merupakan dosen di Magister Fisika FMIPA Unsyiah, yang juga pakar dalam bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan remote sensing. Sementara dua pemateri lainnya adalah Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc., dosen Magister Biologi FMIPA Unsyiah dan ahli mikrobiologi, serta Prof. Dr.rer.nat. Rinaldi Idroes, S.Si, dosen Magister Kimia dan Ketua Program Studi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (DMAS) Unsyiah, yang merupakan ahli kimia analitik dan juga meneliti tentang potensi alam Aceh sebagai antimikroba.

Webeinar yang juga disiarkan langsung di akun youtube live streaming Unsyiah TV ini dibuka oleh Wakil Dekan Bagian Akademik FMIPA Unsyiah, Dr. Nasrullah Zaini, S.Si., M.Si., M.Sc. Nasrullah berharap webinar ini dapat menjadi kontribusi FMIPA Unsyiah dalam pengembangan keilmuan untuk mengatasi tantangan pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia secara umum dan Provinsi Aceh secara khusus. WD1 FMIPA Unsyiah berkeyakinan bahwa integrasi antara iman dan taqwa (IMTAQ) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dan dibarengi dengan kepatuhan masyarakat dalam mengikuti anjuran pemerintah akan mampu mengakhiri pandemi COVID-19 di Provinsi Aceh.

Sementara Prof. Marwan menyampaikan bahwa pemodelan matematika memiliki peran besar dalam menghentikan pandemi COVID-19. Permodelan matematika untuk COVID-19 yang pernah dibuatnya menunjukan bahwa laju infeksi COVID-19 naik secara ekponensial di Aceh. Adanya kebijakan yang massif untuk mencengah penyebaran COVID-19 dengan menjaga jarak, pengujian massal (mass testing)¸ pembatasan migrasi dan lainnya akan memberikan laju infeksi yang kecil dan adanya penurunan jumlah konfirmasi positif COVID-19.

Pemateri lainnya, Dr. Saumi memaparkan tentang pengembangan portal pemetaan sebaran COVID-19 Provinsi Aceh yang berbasis sistem informasi geografis (SIG). SIG memberikan peran yang sangat besar dalam pemetaan dan pamantauan perkembangan penyebaran COVID-19. Saat ini tim COVID-19 Unsyiah sedang mengembangkan dua portal SIG yaitu peta statis dan peta dinamis. Aplikasi dari kedua peta ini dirancang dalam bentuk peta berbasis website (web map) yang bertujuan untuk memberikan informasi terkini terkait dengan perkembangan penyebaran COVID-19 di Aceh, memetakan secara umum tingkat kerentanan berdasarkan wilayah dan memberikan informasi ke pemerintah agar pemerintah bisa memberikan prioritas utama untuk upaya pencegahan dan penanganan.

Selanjutnya, Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc menjelaskan bahwa SARS-CoV-2 adalah penyebab COVID-19. Beliau menjelaskan secara rinci terkait dengan struktur, karakteristik, replikasi, transmisi, patogenesis, diagnosis, faktor risiko, pencegahan, dan pengobatan. Selanjutnya, beliau menyampaikan bahwa penelitian biologi dalam mengatasi COVID-19 sudah dan akan dilakukan dengan mengembangkan Antigen Rekombinan (N dan S) SARS-CoV-2 dan Nano-antibiodi untuk aplikasi diagnostik dan pengobatan, identifikasi dan Isolasi obat antivirus yang menargetkan protein yang telah teridentifikasi dalam Siklus SARS-CoV-2 termasuk Senyawa Bahan Alam.

Pada sesi terakhir kemudian Prof. Rinaldi menyampaikan bahwa telah ada upaya besar riset kimia di Provinsi Aceh untuk berkontribusi bagi berbagai permasalahan dalam masyarakat, termasuk untuk masalah pandemi Covid-19 ini. Khusus untuk masalah ini, tanaman obat tradisional lokal menurut hasil penelitiannya memiliki potensi untuk menjadi obat Anti-COVID-19.

FMIPA merencanakan beberapa seri Webinar dalam tahun ini. Seri berikutnya akan dilakukan pada hari Rabu, tanggal 22 Juli 2020; pukul 09:00-12:00 WIB dengan mengangkat tema “Cara Tak Biasa Mengajarkan Matematika dan Sains di Era New-Normal”. Webinar kali ini juga akan menghadirkan para pakar di bidangnya, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. **