Fakultas MIPA melaksanakan kegiatan simulasi bencana dan latihan evakuasi

13-05-19 Al Mudatstsir Za (@yasierza) 0 comment

Sehubungan dengan memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Fakultas MIPA melaksanakan kegiatan simulasi bencana dan latihan evakuasi. Jumat, 26 April 2019 di Halaman Gedung FMIPA Baru, dengan tema “SIAP UNTUK SELAMAT” mendapatkan respon positif dari pihak dekanat dan mahasiswa.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebencanaan, melatih kita agar ketika terjadi bencana untuk tidak panik dan terburu-buru apalagi menggunakan lift jika sedang dilantai atas. Ikuti jalur evakuasi ke luar gedung menggunakan tangga darurat dan berkumpul di titik kumpul halaman.

Fakultas MIPA melaksanakan kegiatan simulasi bencana dan latihan evakuasi

Fakultas MIPA melaksanakan kegiatan simulasi bencana dan latihan evakuasi

“Ini merupakan ilmu penting, kita diajarkan secara langsung tentang evakuasi bencana yg biasanya sering terjadi apalagi Aceh merupakan zona rawan bencana. Awalnya kita ada Mata kuliah Pendidikan Kebencanaan Lingkungan. Nah, sekarang kita praktekkan langsung di lapangan” tutur salah satu mahasiswa yang dijumpai ketika selesai kegiatan.

Awalnya berkumpul di lantai 3, lalu apabila alarm pertama dibunyikan tanda terjadi bencana dan turun menggunakan tangga tanpa ada yang lari-lari. Simulasi yang dilakukan simulasi siapsiaga bencana gempa bumi, tsunami dan kebakaran.

Pada saat uji kebakaran Pak Angga selaku Ketua Tim Pemadam Kebakaran mengajarkan tentang cara menggunakan alat pemadam api ringan.
“Ketika ingin menyemprotkannya harap berada 2m dari api dan semprot searah dengan angin” kata pak Angga sambil mempraktekkan cara menyemprotkannya. Beliau juga mengapresiasikan kegiatan ini karna dapat juga membantu pemadam kebakaran apabila sedang dalam perjalanan.

Dr. T. M. Iqbalsyah selaku Dekan Fakultas MIPA menghimbau kepada seluruh mahasiswa dan juga dekanat agar apabila terjadi bencana mereka dapat menerapkan apa yang telah diajarkan hari ini dan kepada para ahli isap(perokok) harus hati-hati agar tidak sembarangan lagi.
“Jadi pendekatannya diubah, klu dlu kuratif skrg perventif kita diminta untuk lebih aware diawal daripada sesudah kejadian dan ini memang program nasional”.

Jadi ketika terjadi bencana jangan hanya memikirkan keselamatan diri sendiri dan malah menjadi korban tapi kita juga harus ikut tata cara yang baik ketika ada bencana jangan menggunakan lift supaya cepat, kita ada tangga darurat dan sudah ada penunjuk arah evakuasi jika ada bencana.

Penulis : Miftahul Jannah