Mahasiswa MIPA Unsyiah Lepas Tukik ke Laut

21-02-18 Al Mudatstsir Za (@yasierza) 0 comment

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Biologi (HMB) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsyiah melepas 120 ekor tukik, atau bayi penyu ke laut lepas. Acara ini berlangsung di Desa Lampaya, Pantai Pasie Jaya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar pada hari Selasa (20/2) sore. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda utama dari serangkaian acara pada Pekan Konservasi Sumber Daya Alam (PKSDA) 2018. Kegiatan pelepasan penyu yang bertemakan “Selamatkan Penyu, Selamatkan Ekosistem Laut”. ini dihadiri oleh sekitar 30 orang peserta yang terdiri dari para mahasiswa, dosen dan perwakilan aktifis lingkungan.

Ketua panitia PKSDA 2018, Muhammad Firhan Al-Azhar mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu cara untuk menyuarakan kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi alam, sehingga ke depan akan muncul gagasan-gagasan dari masyarakat untuk menjaga alam.

“Kita memilih hewan penyu untuk menyuarakan aksi konservasi ini karena penyu masih relatif banyak diburu hingga saat ini,” kata Firhan.

Sementara Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA, Dr Ilham Maulana menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler seperti ini memang sedang digalakkan di Unsyiah. Para mahasiswa bahkan akan diberi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) ketika lulus nanti, sebagai bukti keaktifan dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. Dan menurut hasil survey, justru kegiatan seperti inilah yang memudahkan para lulusan mencari kerja nanti.

Selain aksi pelepasan tukik ini, PKSDA juga menggelar penanaman manggrove di desa Rukoh, Lomba mewarnai tingkat TK dan SD, Seminar Konservasi, dan juga Expo yang melibatkan duabelas stand. Acara yang berlangsung 20-26 Februari ini merupakan agenda tahunan HMB. Tahun ini, acara ini merupakan yang ke-14.

Di Program Studi Biologi FMIPA Unsyiah, tempat HMB bernaung, konservasi merupakan salah satu fokus studi dalam bidang Ekologi dan Biodiversitas. Banyak dari alumni FMIPA Biologi bekerja di bidang konservasi hingga saat ini, termasuk Rudi Putra, peraih Goldman Price tahun 2014, penghargaan tertinggi bidang konservasi di dunia. (i’m)